Kalau ada pemimpi mengatakan mimpimu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Ternyata dia hanya bergelut dengan pemikirannya bukan realitanya. Karena dia menyerah dengan realita dan hanya beradu dengan pemikirannya. Mimpi akan hanya sebatas mimpi untuk mereka yang hanya mencetuskannya sekelebat saja . Tapi, pemimpi yang baik adalah meneguhkannya dan meniatkannya untuk menjadi kenyataan. Berdoa dengan tetap bersungguh-sungguh untuk memantapkan langkahnya. Jangan hanya melihat ke...
Hari ini, Aku mendengar ayat-ayat suci berkumandang melalui toa dari mesjid terdekat dirumahku. Sungguh merdu. Suara ini mungkin tidak terdengar ke jalan raya. Suara ini hanya terdengar masyarakat sekitar. Yang mungkin sedang mencuci, bercengkrama dengan teman sejawatnya, atau seperti aku, yang hanya duduk diam dan mendengarkan. Seketika aku menyadari sesuatu, entah darimana ayat-ayat tersebut seperti membangunkan kepercayaanku. Kepercayaan tentang diriku. Seperti Tuhan tahu...
Ketika sedang termenung membuat rindu dengan satu sosok. Sosok itu entah dia keluarga, pacar,temanmu atau mungkin hanya kamu ketahui sekilas dari pengetahuanmu. Tapi, mengisi ruang-ruang kehidupanmu. Terkadang sosok itu mampir terbesit. Tapi, menghilang karena dirimu sibuk. Sosok itu hadir terbesit dalam pemikiranku. Dia bergema dalam hatiku untuk bertekad mengejar mimpiku. Sosok itu Ibu. Ibu memberikanku sebuah selendang warna merah sebagai tanda dia mendukung...
Mari bercerita dalam mimpi. Bercerita dalam jurang yang tak terbatas. Tentang pemikiran-pemikiran gila. Berlarian seperti tidak tahu arah. Tapi nyatanya arah itu ada. Maju Sampai batas itu datang. Menutup sedikit apa itu, bercerita dalam mimpi. Batas itu. Realita. Tapi apakah batas itu penghalang sesungguhnya? Nyatanya tidak. Yang membatasi adalah pemikiran kita. Yang dangkal. Yang melupakan senyuman kepolosan. Hingga akhirnya jalan pendek lebih dipilih. ...
Aku sedang berada di ujung. Di ujung antara realita dan mimpi. Mereka terpisahkan dengan tembok yang tinggi. Realita membawaku masuk lebih dalam. Menggerogoti setiap inci dari tubuhku. Menjadi pilihanku untuk terus berlabuh dalam realita. Membencinya secara perlahan. Ingin kutelan perlahan realita biar hilang dimakan olehku. Dan aku akan berjalan untuk meraih mimpi. Tapi menelan realita seperti memakan bara api yang panas. Melelehkan secara...
Jangan samakan aku dengan mereka. Jangan samakan aku dengan dia. Jangan samakan aku dengan anak itu. Aku ya Aku. Berbeda dari setiap manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Yang sama adalah kami diciptakan dari tanah. Menunggu datangnya detik-detik terhenti. Dalam ketakutan dan kebingungan yang tidak tahu apa yang ditakuti. Saking berbedanya perdebatan tentang Aku dan mereka. Melupakan kebenaran. Yang ada hanya ego. Deretan sepi...